Credit: Pergiumroh

Paket Umroh – Bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Salah satu hal yang paling ditunggu dari bulan Ramadan yaitu kegiatan berbuka puasa. Benar, bukan?

Berbuka puasa sendiri banyak dijadikan sebagai momen kebersamaan karena banyaknya agenda berbuka puasa bersama keluarga dan teman-teman di bulan Ramadan.

Namun, berbuka puasa di Makkah dan Madinah memiliki nuansa tersendiri yang membedakannya dari tempat lain. Kota-kota suci ini menjadi destinasi utama jamaah umroh yang ingin merayakan Ramadan di tengah suasana yang penuh berkah.

Artikel ini akan menjelaskan pengalaman berbuka puasa di Makkah dan Madinah, mencakup hidangan iftar, tradisi masyarakat setempat, dan bagaimana jamaah Umroh merayakan momen ini.

Jadi, jika Anda penasaran, simak artikel ini sampai habis ya!

 

Hidangan Iftar yang Lezat dan Khas

Berbuka puasa di Makkah dan Madinah menjadi pengalaman kuliner yang tiak akan terlupakan. Bagaimana tidak? Hidangan iftar di kota-kota suci ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner Arab.

Hidangan yang kaya akan rasa khas Timur Tengah tentu membuat siapa saja yang membayangkan kenikmatannya menjadi lapar dan menelan ludah.

Beberapa hidangan khas yang sering ditemui antara lain:

  • Tamar (Buah Kurma)

Credit: Astronauts

Tamar atau buah kurma menjadi hidangan pembuka yang umum saat berbuka puasa di Makkah dan Madinah. Buah ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan nutrisi.

  • Jus Delima

Credit: Tribun News

Jus delima menjadi minuman favorit selama bulan Ramadan di Arab. Selain menyegarkan, jus ini dianggap menyehatkan dan memberikan energi setelah seharian berpuasa.

 

Baca Juga: Wisata Yang Menyenangkan Di Madinah

 

  • Sup Harees

Credit: Gulf News

Harees adalah hidangan khas Arab yang terbuat dari daging dan gandum yang dimasak hingga lembut. Hidangan ini sering disajikan saat berbuka puasa karena kandungan gizi yang tinggi.

  • Qahwa (Kopi Arab)

Credit: Archana’s Kitchen

Qahwa atau kopi Arab menjadi teman setia jamaah umroh ketika berbuka puasa. Rasanya yang khas memberikan kehangatan dan keceriaan.

 

Tradisi Berbuka Puasa di Makkah dan Madinah

Tradisi berbuka puasa di Makkah dan Madinah mencerminkan kehangatan dan kebersamaan antara masyarakat setempat dan para jamaah umroh.

Beberapa tradisi yang sering ditemui adalah:

  • Berbuka di Masjidil Haram dan Nabawi

Banyak jamaah umroh memilih berbuka puasa di sekitar Masjidil Haram di Mekah atau Masjid Nabawi di Madinah. Suasana sakral dan kehadiran ribuan orang yang berkumpul untuk beribadah menambah keistimewaan momen berbuka.

  • Berbagi Makanan

Masyarakat setempat di Makkah dan Madinah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah. Tradisi berbagi makanan antar tetangga dan jamaah umroh juga sangat kental, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat.

  • Berdoa Bersama

Setelah berbuka puasa, jamaah umroh dan masyarakat setempat sering mengadakan sesi berdoa bersama di masjid-masjid. Doa-doa ini mencakup permohonan ampunan, keberkahan, dan kesejahteraan untuk umat Islam di seluruh dunia.

 

Baca Juga: Umroh Wanita: Tata Cara Dan Panduan Khusus Wanita

 

Kemeriahan Jamaah Umroh dalam Berbuka Puasa

Bagi jamaah umroh, berbuka puasa di Makkah dan Madinah bukan hanya tentang hidangan lezat dan tradisi lokal, tetapi juga mengenai pengalaman spiritual dan kemeriahan umat Islam berkumpul di tempat suci.

Beberapa cara jamaah umroh merayakan momen berbuka puasa di kota-kota suci ini antara lain:

  • Berpartisipasi dalam Kegiatan Keagamaan

Jamaah umroh sering mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan seperti kuliah-kuliah agama, tadarus Al-Qur’an, dan diskusi keislaman. Hal ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan spiritualitas.

  • Menyumbangkan Makanan untuk Orang yang Membutuhkan

Sebagai bentuk amal dan kepedulian sosial, jamaah umroh sering menyumbangkan makanan berbuka puasa untuk orang yang membutuhkan. Ini adalah cara untuk berbagi berkah Ramadan dengan sesama.

  • Berziarah ke Tempat Bersejarah

Setelah berbuka puasa, jamaah umroh sering memanfaatkan waktu untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Makkah dan Madinah. Hal ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga memperkaya pengalaman spiritual.

 

Konklusinya, berbuka puasa di Makkah dan Madinah adalah pengalaman yang penuh makna dan keistimewaan jika dibandingkan dengan berbuka puasa di tempat lain.

Dihadapkan dengan hidangan yang khas, tradisi hangat masyarakat setempat, dan kemeriahan jamaah umroh akan menciptakan momen berharga yang tidak akan terlupakan.

Semoga pengalaman berbuka puasa di kota suci ini dapat memberikan inspirasi dan keberkahan bagi setiap jamaah umroh yang berkesempatan merayakannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.